Mahmud melihat mbah Sumi sedang kebingungan di kantor pos.
Mahmud : “Bisa saya bantu nek?”
Mbah Sumi : “Tolong pasangin perangko sama tulis alamatnya nak.”
Mahmud : “Ada lagi nek?”
Mbah Sumi : “Bisa bantuin tulis isi suratnya sekalian?”
Mahmud mengangguk. Si mbah lalu mendiktekan surat sampai selesai.
Mahmud : “Cukup nek?”
Mbah Sumi : “Satu lagi nak. Tolong di bawah ditulis : maaf tulisan nenek jelek.”
Mahmud : -______-
Komentar
Posting Komentar