Udin, seorang lulusan SMP tengah sibuk mencari pekerjaan. Semua surat lamaran kerja yang dikirimkannya tak pernah berbalas. Akhirnya dia pergi ke sebuah kebun binatang untuk melamar pekerjaan. Ia bertanya pada security.
Udin: “Mas, apakah ada lowongan pekerjaan di kebun binatang ini?”
Security: “Maaf mas, disini sudah tidak ada pekerjaan lagi!”
Udin pun melangkah pergi dengan kecewa. Namun langkahnya terhenti ketika si security itu memanggilnya kembali dan menawarkan sebuah pekerjaan yaitu menyamar sebagai kelinci. Ia pun menerimanya.
Keesokan harinya ia mulai bekerja. Ia pun masuk ke kandang singa untuk menjadi umpan. Ia pun segera dikejar-kejar sang singa hingga terpojok di sudut kandang. Udin ketakutan dan membaca semua doa yang dihapalnya. Sang singa kian dekat dan akhirnya berhenti di depannya.
Tiba-tiba sang singa menjulurkan kepalanya dan berbisik, “Mas, larinya jangan kenceng-kenceng .. saya capek ngejarnya.”
Udin: “Mas, apakah ada lowongan pekerjaan di kebun binatang ini?”
Security: “Maaf mas, disini sudah tidak ada pekerjaan lagi!”
Udin pun melangkah pergi dengan kecewa. Namun langkahnya terhenti ketika si security itu memanggilnya kembali dan menawarkan sebuah pekerjaan yaitu menyamar sebagai kelinci. Ia pun menerimanya.
Keesokan harinya ia mulai bekerja. Ia pun masuk ke kandang singa untuk menjadi umpan. Ia pun segera dikejar-kejar sang singa hingga terpojok di sudut kandang. Udin ketakutan dan membaca semua doa yang dihapalnya. Sang singa kian dekat dan akhirnya berhenti di depannya.
Tiba-tiba sang singa menjulurkan kepalanya dan berbisik, “Mas, larinya jangan kenceng-kenceng .. saya capek ngejarnya.”
Komentar
Posting Komentar